
pembalap dalam mimpi
Lihat gambar di atas..
Pembalap dalam mimpi..
Naik sepeda motor ? Mungkin hal yang gak asing lagi dalam hidup kita. Dimana-mana, motor. Motor dimana-mana. Naik motor uah biasa dalam hidup kita. Ke rumah tetangga, motor. Keluar gang, motor. Kerja, motor. Rekreasi, motor. Keliling kota, motor. Sepeda rasanya udah gak ngetren lagi.
Dulu, yang bisa naik sepeda motor cuma orang gede aja. Tapi sekarang, remaja, anak-anakpun bisa naik sepeda motor. Jenis motor yang tambah gampang aja untuk ditunggangi (emang kuda?) memudahkan anak-anak dan remaja buat belajar sepeda motor. Bahkan, ada remaja yang sudah bisa naik sepeda motor di jalan gede.
Padahal, SIM baru diberikan sewaktu usia 17 tahun. Lantas, bagaimana kalo ketangkep Pak Polisi?
Sebetulnya aku sendiri juga minder, mengapa aku belum bisa naik sepeda motor, mungkin karena belum waktunya kali.
Jiwa masih labil, belum punya SIM. Gimana bisa naik motor di jalan gede? Misalnya aja, kena tilang polisi dan butuh biaya yang gak sedikit. Ortu dipanggil. Suruh pulang sendiri, entah naik apa, iya kalo ada angkot. Kalo ga’ ada? Terpaksa jalan kaki. Belum bayar dendanya. Kalo polisi baik seh, mujur. But, if no?
Atau kayak gini (semoga jangan terjadi), misalnya ada kendaraan, gatau harus minggir kemana. Karena masih labil, akhirnya pun salah langkah, dan (maaf) jatuh. Iya kalau cuma lecet-lecet aja, tapi kalau sampai patah? Butuh biaya dan waktu yang nggak sedikit. Demi kesenangan sekejap, harus rela sakit dalam waktu lama..
Hanya karena kesenangan sehari, harus rela menderita berhari-hari. Harus rela ga’ masuk lama banget, dan ketika masuk masih dalam keadaan yang belum fit.
Not need early to ride the motorcycle. Tidak perlu terlalu awal untuk mengendarai sepeda motor. Kalau udah cukup umur, dapat SIM, baru aman untuk mengendarai motor di jalan raya.
Gak usah terlalu terburu-buru, bung. Daripada senang sehari menderita berhari-hari seperti yang saya ceritakan tadi (semoga jangan terjadi) lebih baik nunggu waktunya aja, santai aja bung.
Never ride motorcycle too early. Wait until arrive time. If police catch you, you certain to the law. You did the law violation. Because this, if you don’t have driving license, don’t try ride motorcycle in the big street.
Again, your soul changing. You can’t put the decision in the big street. If ever the truck or other big vehicles, you don’t know you must avoid where. And then (oh, never until happen!) accident. If you just simple hurt, no problem. But, if you experience the specific hurt (oh, never until happen!) example the fracture, you lost the school or works days, and your mobility decrease, need the long time to restore (never until happen!)
Artinya:
Jangan mengendarai sepeda motor terlalu dini. Tunggu hingga waktunya tiba. Jika pak polisi menangkapmu, kamu pasti dibawa ke pengadilan. Kamu melakukan pelanggaran hukum. Karena itu, jika kamu nggak punya SIM, jangan coba-coba mengendarai sepeda motor di jalan besar.
Sekali lagi, jiwamu masih labil. Kamu belum bisa menempatkan keputusan di jalan besar. Jika ada truk atau kendaraan besar lainnya, kamu nggak tau kau harus menghindar dimana. Setelah itu (oh, jangan sampai terjadi!) kecelakaan. Jika kamu hanya mengalami luka ringan, tak masalah. Namun, jika kamu mengalami luka tertentu (jangan sampai terjadi!) misalnya fraktur, kamu kehilangan hari kerja atau sekolah, dan mengurangi mobilitasmu (oh, jangan sampai terjadi!), butuh waktu lama untuk mengembalikan (oh, jangan sampai terjadi!)
Bagi yang udah bisa naik sepeda motor dengan baik bin benar, kalau belum punya SIM (kalau bisa) tidak naik motor di jalan raya. Kalau yang belum bisa, jangan minder pada yang sudah bisa. Tapi juga jangan lupa belajar naik sepeda motor bagi yang sudah mendekati umur 17. Kalau yang masih belum mendekati, santai aja besok kan ada waktunya.
Sekian,
nabils29.