review-reflect: hasil

suatu ketika aku ingin membaca sebuah buku. alhamdulillah, salah satu kakak kantorku berbaik hati meminjamkannya.

katanya, buku tersebut membuat orang yang membacanya menangis tersedu-sedu, mengharu biru. apa hal yang sama terjadi padaku?

saat aku membacanya, aku tertegun saat membaca beberapa halaman. ada sih beberapa hal yang benar-benar merefleksikan hal yang aku alami. tetapi aku belum, belum sampai menangis sebagaimana sebagian orang.

pada awalnya aku bertanya,

apakah aku yang kurang perasa?

sebegitukah kerasnya kehidupan (penempatan) membuat hatiku bagai batu?

belum terjawab. keesokan harinya baru ada jawabannya.

tidak

ya, tidak. tidak kok. mengapa?

orang itu berbeda-beda, disodori hal yang sama pun responnya bisa berbeda-beda. untuk lebih mudahnya aku beri contoh konkrit saja ya, yang ada di kantorku, hehe.

di kantin kantorku ada sesuatu yang selalu tersedia tiap harinya: telur ayam

meskipun sama-sama telur ayam, telur tersebur bisa diolah menjadi menu yang berbeda: telur rebus, telur goreng ceplok, telur dadar gulung, dan indomie telur rebus

belum lagi kalau sang ibu kantin membuat menu-menu spesial yang berbahan dasar telur ayam

semua telur ayam yang di kantin tidak harus jadi indomie telur rebus kan yak?

semua sama-sama enak kok. semua menu favoritku di kantin kantor bersamaan dengan ikan bagek (ikan kuning khas Lombok)

anggap buku tersebut adalah telur dan para pembaca adalah menu-menu yang berbahan dasar telur ayam.

oke, oke. berhenti membahas menu kantin kantor. kita kembali lagi ke buku tersebut.

respon orang berbeda-beda. beberapa ada yang mengharu biru, beberapa ada yang tertegun dan termangu.

aku termasuk yang kedua. tetapi,

aku dapat menyerapnya. aku mendapatkan beberapa kalimat yang membuatku (lebih) bersemangat.

jadi,

jangan lihat hasil hanya dari respon sesaat setelah menerima hal tersebut. lihat juga apa yang bertambah, berkurang, berubah nantinya.

bisa jadi seseorang itu hanya tertegun, tetapi dia berubah sedikit-sedikit.

dan, dengan jujur aku berkata:

terima kasih pada penulis buku tersebut 🙏

aku tahu, buku kakak belumlah sempurna. belum….

tetapi, apa yang kakak tulis patutlah dihargai dan diapresiasi. kakak telah berusaha untuk membuat kami bersemangat kembali…

tidak banyak orang yang peduli. kakak adalah orang yang langka.

dan banyak dari kami — termasuk aku yang menyerap semangat dari beberapa kalimat dari buku kakak, akun ig dari buku tersebut juga, sangat-sangat.

teruslah peduli, teruslah berkarya.

semoga ke depannya karya kakak (terus) lebih baik dan lebih baik lagi. tetap semangat!

aku mendukung kakak.

aamiin 🙏

ps:

meski belum begitu sempurna, aku tetap ingin memilikinya. untuk bacaan dan juga referensi.

sepertinya aku mulai tertarik kepada buku dan akun ig yang banyak gambarnya.

mungkin aku juga akan membeli buku-buku serupa.

doakan aku.

buku itu adalah

.

..

….

…..

……

…….

………

(@)nkcthi

terima kasih Mas Johan sudah mau meminjamkannya. terima kasih juga untuk Mbak Khansa yang sudah memberikan ulasan singkat padaku dan banyaaak referensi tentang buku bergambar. semoga aku bisa memiliki buku-buku bergambar.

doakan suatu saat aku bisa membuatnya juga, aamiin 🙏

aku telah menyiapkan ‘rumah’ meski sangat sederhana.

suwidak ewuan

doakan, doakan. semoga doa yang baik balik ke kalian yak🙏

[mixed]

hai!

terima kasih Allah SWT sudah membantuku melalui masa-masa yang berat ini. terima kasih orang tua, teman-teman, mbak-mas, dan bapak-ibu 915, tak lupa juga teman-teman dan semua orang yang telah mendukungku dan membantu aku banyak sekali sampai hari ini.

dua minggu lalu, aku mengalami suatu kejadian yang (sedikit) memutar duniaku. hanya beberapa jam saja sebelum keberangkatan ptu 4, semua berubah.

aku tak sengaja melakukannya.

tiba-tiba semua berubah. aku tahu itu tak mudah. tetapi harus, harus aku jalani. semuanya.

kini semua telah berangsur-angsur membaik, meski belum semuanya.

biarlah ini menjadi pelajaran untukku. Aamiin.

~

masalah itu dihadapi, bukan dihindari, apalagi diratapi.

Aku rindu

Aku rindu, saat aku gugup dan tidak tahu harus bagaimana ketika bertemu kalian dalam jumlah yang begitu banyaknya.

Aku rindu, saat aku tak tahu harus bagaimana, semuanya belajar dari nol lagi.

Aku rindu, saat aku sering tak mengikuti apa yang bisa diikuti.

Aku rindu, saat aku mendengarkan suara-suara dan isi hati mereka.

Aku rindu, saat aku bermain bersama kawan-kawanku yang ada di bawah, yang kulihat wajahnya setiap hari.

Aku rindu, saat aku mencoba mengisi energiku dengan bermain gitar saat jam istirahat.

Aku rindu. Semuanya.

Meski belum genap satu bulan aku meninggalkanmu.

Mungkin

Aku hanya orang biasa, yang ingin menyampaikan sesuatu untukmu. Aku beri judul “mungkin” saja ya, karena di dunia ini banyak kemungkinan.

Mungkin — beserta jawabannya,

Sekumpulan kata-kata saja.

Sesi 1 : Kemungkinan

Mungkin

Pikiran yang ada

Semua ‘kan milik Dia!

Mungkin

Tak tampak dia

Bagaimana wujudnya?

Mungkin

Entah ke mana

Lembaran itu di mana

Mungkin

Tak pernah terpikir kembali dia

Sudahlah, itu hanyalah kewajiban saja

Mungkin

Bila semua itu hanya bermakna

Sebagai kewajiban saja

Mungkin

Dalam hati akan hampa

Hanya lelah akan terasa

Mungkin

Kau luangkan sedikit masa

Untuk merenungi kembali semua yang ada

Mungkin

Kau bertanya

“Mengapa aku harus menjalankan ini semua? Bukankah banyak orang selain aku?”

Sesi 2 : Jawaban — Benar

Benar

Bumi ini milik Dia

Benar

Tumbuhan, hewan, gunung, tanah, batu, semua itu Dia yang menciptakan

Karenanya

Bersyukurlah padaNya

Karenanya

Berterimakasihlah!

Sesi 3 : Tunggu!

Dan

Semua itu memang ada

Tetapi

Semua takkan siap guna

Bila

Tiada yang mengelola sedemikian rupa

Siapa

Yang akan melakukan itu semua?

Merekalah

Yang ahli dalam bidangnya

Namun

Pernahkah kau berpikir

Apa

Yang diperlukan agar semua itu dapat berjalan?

Sesi 4 : Ini dia!

Kujawab

Biaya!

Kutanya

Dari mana semua biaya itu ada?

Kujawab

Kamu semua, aku juga

Kutanya

Bagaimana caranya?

Kujawab

Satu kata

Apa namanya?

Pajak namanya

Sesi 5 : Untukmu

Jangan kau tunda lagi

Jangan kau ingkari lagi

Tanyakan saja tidak apa-apa

Bila ada yang ingin kau tanya

 

Jangan kau maknai sebagai ketakutan

Jangan kau maknai hanya sebagai kewajiban

Namun

Ambil hikmah yang ada

Lihat di balik itu semua!

 

 

 

 

 

Happy Eight!

hbd blogku

Happy Born Day, the dearest blog since August 19, 2009! Thanks for accompanying me for 8 years!

Selamat memasuki tahun kedelapan blogku! Blog pertama yang aku buat, blog pertama yang mengenalkanku pada WordPress dan juga layanan blog lain, blog pertama yang mengenalkanku pada dunia tulis-menulis, blog pertama yang sudah menemaniku sejak kelas 6 SD sampai sekarang sudah mau masuk dunia kerja (Aamiin), blog yang pernah kutinggalkan selama dua tahun lamanya namun tetap ada sampai sekarang.

Untuk edisi spesial hari kelahiran blog [nabillaeda], bolehlah bercerita sedikit tentang blog ini.

Q : Bagaimana blog [nabillaeda] tercipta?

A : Blog ini dibuat pada 19 Agustus 2009, saat aku masih duduk di bangku kelas 6 SD. Aku membuat blog ini di warnet dengan koneksi yang (bisa dibilang) cepat untuk saat itu.

Q : Apa tujuan dari blog [nabillaeda]?

A : Pada awalnya, blog ini dibuat untuk menampung tulisan dariku yang iseng, seperti puisi, unek-unek, tips belajar, dan sebagainya. Seiring dengan pembukaan kembali blog [nabillaeda] pada 2015, blog [nabillaeda] lebih ditujukan untuk menampung tulisan-tulisan dariku yang bersifat umum dan (terkadang) pengalaman yang aku alami, yang (mungkin) bermanfaat.

Q : Apa makna di balik logo [nabillaeda] 8 tahun?

A : Angka 8 yang besar melambangkan bulan Agustus (bulan 8) dan 8 tahun ngeblog. Angka 19 di lubang atas melambangkan blog ini didirikan tanggal 19, dan angka 17 di lubang bawah melambangkan tahun 2017. Dua segitiga di atas dan bawah angka 8 melambangkan harapan blog [nabillaeda] untuk dapat beradaptasi dalam penulisan sehingga tidak terlalu serius dan juga tidak terlalu santai. Garis di tengah angka 8 melambangkan blog [nabillaeda] ini naik turun dalam perjalanannya, namun harapannya blog ini dapat selalu (Insya Allah) bermanfaat.

Q : Apa harapan untuk diri sendiri seiring dengan tahun kedelapan ngeblog?

A : Lebih rajin menulis dan lebih dapat menulis konten yang bermanfaat (kalau istilah anak zaman sekarang, berfaedah).

Q : Apa harapan penulis untuk teman-teman yang juga ngeblog dengan WordPress atau dengan layanan blog lain?

A : Ngeblog itu asyik! Mungkin kamu yang kurang pede untuk memulai jejak kepenulisan dari media umum (sepertiku) bisa memulai dari blog ini. Dan tetap berkarya dengan ngeblog!

Semangat ngeblog, kawan!

[to the questioner]

Pada beberapa waktu lalu, saya menuliskan tentang pengalaman tes PKN STAN yang meliputi tes tertulis, tes kesehatan dan kebugaran (TKK), dan tes kompetensi dasar (TKD), yang sekarang lebih dikenal dengan seleksi kompetensi dasar (SKD).

Terakhir, Terpilih! : Sebuah Perjuangan

Alhamdulillah, saya juga turut senang tulisan tersebut bermanfaat bagi banyak orang, khususnya untuk adik-adik yang ingin menjadi mahasiswa di PKN STAN.

Berikut ada beberapa hal yang mungkin ditanyakan :

Q : Mbak, bisa meminta nomor WA?

A : Silakan hubungi melalui kontak yang sudah disertakan dalam pos tersebut. Di antaranya IG, Line, dan surel (e-mail).

Q : Pada jam berapa Mbak bisa dihubungi?

A : Bisa dikirim kapan saja kok, namun biasanya saya membalas pada jam-jam di mana saya luang.

Q : Kok zaman Mbak berbeda ya dengan zaman saya/anak saya tes?

A : Tidak semua prosedur yang berlaku pada tahun saya tes berlaku pada tahun Adik/Ananda juga. Bisa jadi berbeda, meski untuk hal-hal yang mendasar biasanya sama.

Q : Apa penentu saya/anak saya bisa masuk PKN STAN? Kenapa kok ada anak yang masuk Prodip I/III/IV?

A : PKN STAN menggunakan tes dengan sistem gugur. Apabila tidak memenuhi syarat tentu saja gugur. Untuk penentuan masuk di prodip I/III/IV dan jurusan, itu PKN STAN yang menentukan. Sampai saat ini saya belum tahu apa saja yang dapat menjadi pertimbangan untuk dimasukkan pada prodip I/III/IV dan jurusan apa kecuali jurusan Bea Cukai yang sudah jelas-jelas mensyaratkan persyaratan tertentu.

Q : Di mana saya dapat membeli buku persiapan PKN STAN?

A : Di toko buku semacam Gramedia, Togamas, dan sebagainya cukup banyak. Kalau untuk lokasinya secara detail, mohon maaf saya hanya mengetahui lokasi Surabaya saja. Bisa juga pesan melalui media online atau melalui organisasi daerah (organda) setempat.

Baiklah, sekian.

 

 

 

 

H-1

Suwene ta lah~

Sebentar lagi, kita akan menyambut bulan Ramadhan. Ajakan untuk bukber, ketemuan, dan acara lainnya akan segera menghampiri diri kita (?)

Ya sudah ya, langsung saja.

Selama 18 tahun aku hidup dan 10 tahun berpuasa penuh (sampai Magrib maksudnya) pada bulan Ramadhan, aku selalu berada dekat dari keluarga. Ketika kelas 3 SD hingga kelas 6 SD, aku berpuasa bersama nenek, bude, dan pakde di Babat, Lamongan. Pun, ketika aku kelas 1 SMP hingga lulus SMA pun aku berpuasa bersama kedua orang tua.

Kini, aku telah menjadi anak kos. Tentu saja ada sesuatu yang berbeda dari Ramadhan sebelumnya.

Apa saja?

  1. Dahulu, sahur selalu ada makanan yang enak. Kita ingin sahur apa dimasakkan. Tetapi, ketika di kos, Bu Nur, Mak Nyak, dan penyedia makanan lainnya di sekitar TC menjadi teman sehari-hari bagi perut kita.
  2. Dahulu, kita bisa meminta ingin buka apa, minum apa, dan makan apa. Kini, asal sudah melepas lapar dan haus sudah cukup.
  3. Dahulu, sekolah memberi keringanan jadwal ketika bulan Ramadhan. Kini, kita menjalani aktivitas perkuliahan sehari-hari di BDK Malang seperti biasa, apalagi kita juga harus membayar ‘hutang’ matakuliah

Mungkin semua itu baru ya untuk kita. Semoga dapat memberi pelajaran.

Tetap semangat, Rek!

selamat puasa
Selamat puasa, gaes! -Aqfrg-