Tasku

image
2011-

Ah, sudah lima tahun masamu …

Semoga kau masih tetap setia.

Pertama kali, aku mengetahui merek tas ini dari internet dan lingkungan sekitar yaitu SMP-ku. Aku melihat anak-anak yang menggunakannya dan membawa buku-buku berat setiap hari, kok awet?

Lalu, aku mulai mencarinya lewat internet. Banyak netizen yang puas dengan tas tersebut.

Karena tasku yang sebelumnya sudah mulai rusak, aku pun berencana untuk menggantikan tas itu dengan tas yang baru. Aku sudah menyiapkan sejumlah uang masa itu.

Aku pun sudah memilih model yang aku inginkan. Aku lupa, model tersebut seri apa. Yang jelas, warnanya bagus, ada tempat laptop, besar, kuat, dan nyaman di punggung. Ada lebih dari satu sih, saat itu.

Pertama kali, aku melihat di toko resmi Eiger di Manyar, Surabaya.

“Wah, harganya kok mahal ya?”, kataku saat itu. Biasanya aku hanya membeli tas dengan harga 100 — 200 ribu-an.

Ketika akhir tahun 2011, aku memutuskan mengganti tasku. Aku pun kembali mengunjungi toko Eiger yang terletak di Tunjungan Plaza, Surabaya.

Akhirnya, setelah melihat berbagai model tas di sana, ayahku memilihkan :

Eiger Yell 3.0 / Rp. 225.000 (ada diskon, sebelumnya Rp. 245.000)

Volume +/- 28 liter
Tidak ada kantung laptop
Warna hitam
Ada 3 ruang besar dengan resleting yang kuat. Ruang pertama untuk buku dan barang-barang besar, ruang kedua untuk alat tulis dan HP (ada organizer), ruang ketiga untuk kantung tambahan.
Pegangan cukup kuat
Ada sedikit busa di tempat punggung sehingga nyaman dipakai dalam waktu yang lumayan lama

Alhamdulillah… saat itu, aku dan ayahku mendapat tas yang baik dan sesuai kebutuhanku sebagai anak kelas 8 SMP masa itu, walau tas dengan seri tersebut bukan tas yang paling kuidamkan sebelumnya (ada seri yang lebih kuinginkan, namun harganya jauh melebihi kantong kami).

Aku senang sudah mendapat tas baru saat itu. Saat itu, tas baruku sudah mendapat tugas yang cukup berat, yaitu membawa buku-buku tebal dalam jumlah yang banyak.

Aku berharap tas ini dapat awet, setidaknya hingga aku masuk SMA karena kebutuhanku yang lain semakin banyak. Selain itu, harga tas ini sedikit lebih mahal dari tasku yang lain.

Tak terasa, masaku di SMP telah berlalu. Ketika menginjak bangku SMA, tas ini tetap kupakai.

Salah satu saat yang paling berkesan dengan tas ini adalah saat Smart Learning di Trawas, Mojokerto. Aku harus membawa baju dan perlengkapan lain saat itu. Bagaimana ini? Sedangkan tasku hanya ini. Akhirnya, kubawa tas ini. Alhamdulillah, masih awet.

Barang bawaanku di SMA juga makin berat. Buku-bukunya juga makin tebal, belum perlengkapan lain.

Ketika aku harus menginap atau pulang lama karena acara sekolah, tas ini juga setia menemaniku dengan segala beban yang kumasukkan.

Ketika jalan-jalan pun, aku juga setia membawa tas ini, karena selain nyaman juga muat banyak.

Pun ketika mudik, aku juga membawa tas ini.

Waktu berlalu. Tren tas berganti. Banyak teman-temanku yang sudah berganti tas. Sementara tasku tetaplah tas ini. Ya, setia sekali, Kak.

Aku tak peduli dengan godaan toko-toko tas saat berbelanja, walau tas yang ada di toko itu jauh lebih bagus dari tas ini. Aku ingin memakainya sampai… setidaknya sampai lulus SMA. Aku hanya ingin membeli tas baru jika dan hanya jika aku tidak berkuliah di Surabaya lagi. Kalau masih di Surabaya, tas ini juga masih cukup.

Ya, walau warna tasku ini sudah mulai memudar. Dahulu warnanya hitam, sekarang sudah mulai memudar menjadi kecoklatan. Tapi tasku masih setia membawa barang bawaanku, terutama saat aku kelas 12 SMA, yang pada masa berat-beratnya.

Ketika mencari jenjang pendidikan selanjutnya, aku mendapatkan tiga kampus : PENS, ITS, dan PKN-STAN (untuk lebih lanjut tentang perjalanan mencari kampus, lihat tulisan 75%? ya). Akhirnya, aku memilih PKN-STAN dengan berbagai pertimbangan.

Aku mendapat lokasi pendidikan di Malang. Tentu saja aku harus mencari kost. Dan untuk membawa barangku, tentu saja diperlukan tas dengan volume yang sedikit lebih dari tas ini.

Akhirnya… kuputuskan untuk mengistirahatkan tas ini dan membeli tas yang baru dengan kapasitas yang sedikit lebih dari tas ini. Harganya memang sudah tak se-murah meriah dulu, sih.

Terimakasih sudah menemaniku selama lima tahun dengan segala suka dan dukanya. Terimakasih sudah menemani sepenuh masa remajaku yang bagai gunung. Terimakasih telah setia membawa bebanmu yang kadang melebihi kekuatanmu sebenarnya.

Biasanya setiap tahun aku membeli tas karena kerusakan yang ada, eh karena ulahku. Tapi, aku menjadi tidak membeli tas hampir lima tahun.

Selamat beristirahat dari diriku, Kak. Atau mungkin kau masih ingin bekerja dengan yang lain.

Iklan

Penulis: nabillaeda

Aquaforager / FiNe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s