Mungkin

Aku hanya orang biasa, yang ingin menyampaikan sesuatu untukmu. Aku beri judul “mungkin” saja ya, karena di dunia ini banyak kemungkinan.

Mungkin — beserta jawabannya,

Sekumpulan kata-kata saja.

Sesi 1 : Kemungkinan

Mungkin

Pikiran yang ada

Semua ‘kan milik Dia!

Mungkin

Tak tampak dia

Bagaimana wujudnya?

Mungkin

Entah ke mana

Lembaran itu di mana

Mungkin

Tak pernah terpikir kembali dia

Sudahlah, itu hanyalah kewajiban saja

Mungkin

Bila semua itu hanya bermakna

Sebagai kewajiban saja

Mungkin

Dalam hati akan hampa

Hanya lelah akan terasa

Mungkin

Kau luangkan sedikit masa

Untuk merenungi kembali semua yang ada

Mungkin

Kau bertanya

“Mengapa aku harus menjalankan ini semua? Bukankah banyak orang selain aku?”

Sesi 2 : Jawaban — Benar

Benar

Bumi ini milik Dia

Benar

Tumbuhan, hewan, gunung, tanah, batu, semua itu Dia yang menciptakan

Karenanya

Bersyukurlah padaNya

Karenanya

Berterimakasihlah!

Sesi 3 : Tunggu!

Dan

Semua itu memang ada

Tetapi

Semua takkan siap guna

Bila

Tiada yang mengelola sedemikian rupa

Siapa

Yang akan melakukan itu semua?

Merekalah

Yang ahli dalam bidangnya

Namun

Pernahkah kau berpikir

Apa

Yang diperlukan agar semua itu dapat berjalan?

Sesi 4 : Ini dia!

Kujawab

Biaya!

Kutanya

Dari mana semua biaya itu ada?

Kujawab

Kamu semua, aku juga

Kutanya

Bagaimana caranya?

Kujawab

Satu kata

Apa namanya?

Pajak namanya

Sesi 5 : Untukmu

Jangan kau tunda lagi

Jangan kau ingkari lagi

Tanyakan saja tidak apa-apa

Bila ada yang ingin kau tanya

 

Jangan kau maknai sebagai ketakutan

Jangan kau maknai hanya sebagai kewajiban

Namun

Ambil hikmah yang ada

Lihat di balik itu semua!

 

 

 

 

 

Iklan

Happy Eight!

hbd blogku

Happy Born Day, the dearest blog since August 19, 2009! Thanks for accompanying me for 8 years!

Selamat memasuki tahun kedelapan blogku! Blog pertama yang aku buat, blog pertama yang mengenalkanku pada WordPress dan juga layanan blog lain, blog pertama yang mengenalkanku pada dunia tulis-menulis, blog pertama yang sudah menemaniku sejak kelas 6 SD sampai sekarang sudah mau masuk dunia kerja (Aamiin), blog yang pernah kutinggalkan selama dua tahun lamanya namun tetap ada sampai sekarang.

Untuk edisi spesial hari kelahiran blog [nabillaeda], bolehlah bercerita sedikit tentang blog ini.

Q : Bagaimana blog [nabillaeda] tercipta?

A : Blog ini dibuat pada 19 Agustus 2009, saat aku masih duduk di bangku kelas 6 SD. Aku membuat blog ini di warnet dengan koneksi yang (bisa dibilang) cepat untuk saat itu.

Q : Apa tujuan dari blog [nabillaeda]?

A : Pada awalnya, blog ini dibuat untuk menampung tulisan dariku yang iseng, seperti puisi, unek-unek, tips belajar, dan sebagainya. Seiring dengan pembukaan kembali blog [nabillaeda] pada 2015, blog [nabillaeda] lebih ditujukan untuk menampung tulisan-tulisan dariku yang bersifat umum dan (terkadang) pengalaman yang aku alami, yang (mungkin) bermanfaat.

Q : Apa makna di balik logo [nabillaeda] 8 tahun?

A : Angka 8 yang besar melambangkan bulan Agustus (bulan 8) dan 8 tahun ngeblog. Angka 19 di lubang atas melambangkan blog ini didirikan tanggal 19, dan angka 17 di lubang bawah melambangkan tahun 2017. Dua segitiga di atas dan bawah angka 8 melambangkan harapan blog [nabillaeda] untuk dapat beradaptasi dalam penulisan sehingga tidak terlalu serius dan juga tidak terlalu santai. Garis di tengah angka 8 melambangkan blog [nabillaeda] ini naik turun dalam perjalanannya, namun harapannya blog ini dapat selalu (Insya Allah) bermanfaat.

Q : Apa harapan untuk diri sendiri seiring dengan tahun kedelapan ngeblog?

A : Lebih rajin menulis dan lebih dapat menulis konten yang bermanfaat (kalau istilah anak zaman sekarang, berfaedah).

Q : Apa harapan penulis untuk teman-teman yang juga ngeblog dengan WordPress atau dengan layanan blog lain?

A : Ngeblog itu asyik! Mungkin kamu yang kurang pede untuk memulai jejak kepenulisan dari media umum (sepertiku) bisa memulai dari blog ini. Dan tetap berkarya dengan ngeblog!

Semangat ngeblog, kawan!

[to the questioner]

Pada beberapa waktu lalu, saya menuliskan tentang pengalaman tes PKN STAN yang meliputi tes tertulis, tes kesehatan dan kebugaran (TKK), dan tes kompetensi dasar (TKD), yang sekarang lebih dikenal dengan seleksi kompetensi dasar (SKD).

Terakhir, Terpilih! : Sebuah Perjuangan

Alhamdulillah, saya juga turut senang tulisan tersebut bermanfaat bagi banyak orang, khususnya untuk adik-adik yang ingin menjadi mahasiswa di PKN STAN.

Berikut ada beberapa hal yang mungkin ditanyakan :

Q : Mbak, bisa meminta nomor WA?

A : Silakan hubungi melalui kontak yang sudah disertakan dalam pos tersebut. Di antaranya IG, Line, dan surel (e-mail).

Q : Pada jam berapa Mbak bisa dihubungi?

A : Bisa dikirim kapan saja kok, namun biasanya saya membalas pada jam-jam di mana saya luang.

Q : Kok zaman Mbak berbeda ya dengan zaman saya/anak saya tes?

A : Tidak semua prosedur yang berlaku pada tahun saya tes berlaku pada tahun Adik/Ananda juga. Bisa jadi berbeda, meski untuk hal-hal yang mendasar biasanya sama.

Q : Apa penentu saya/anak saya bisa masuk PKN STAN? Kenapa kok ada anak yang masuk Prodip I/III/IV?

A : PKN STAN menggunakan tes dengan sistem gugur. Apabila tidak memenuhi syarat tentu saja gugur. Untuk penentuan masuk di prodip I/III/IV dan jurusan, itu PKN STAN yang menentukan. Sampai saat ini saya belum tahu apa saja yang dapat menjadi pertimbangan untuk dimasukkan pada prodip I/III/IV dan jurusan apa kecuali jurusan Bea Cukai yang sudah jelas-jelas mensyaratkan persyaratan tertentu.

Q : Di mana saya dapat membeli buku persiapan PKN STAN?

A : Di toko buku semacam Gramedia, Togamas, dan sebagainya cukup banyak. Kalau untuk lokasinya secara detail, mohon maaf saya hanya mengetahui lokasi Surabaya saja. Bisa juga pesan melalui media online atau melalui organisasi daerah (organda) setempat.

Baiklah, sekian.

 

 

 

 

H-1

Suwene ta lah~

Sebentar lagi, kita akan menyambut bulan Ramadhan. Ajakan untuk bukber, ketemuan, dan acara lainnya akan segera menghampiri diri kita (?)

Ya sudah ya, langsung saja.

Selama 18 tahun aku hidup dan 10 tahun berpuasa penuh (sampai Magrib maksudnya) pada bulan Ramadhan, aku selalu berada dekat dari keluarga. Ketika kelas 3 SD hingga kelas 6 SD, aku berpuasa bersama nenek, bude, dan pakde di Babat, Lamongan. Pun, ketika aku kelas 1 SMP hingga lulus SMA pun aku berpuasa bersama kedua orang tua.

Kini, aku telah menjadi anak kos. Tentu saja ada sesuatu yang berbeda dari Ramadhan sebelumnya.

Apa saja?

  1. Dahulu, sahur selalu ada makanan yang enak. Kita ingin sahur apa dimasakkan. Tetapi, ketika di kos, Bu Nur, Mak Nyak, dan penyedia makanan lainnya di sekitar TC menjadi teman sehari-hari bagi perut kita.
  2. Dahulu, kita bisa meminta ingin buka apa, minum apa, dan makan apa. Kini, asal sudah melepas lapar dan haus sudah cukup.
  3. Dahulu, sekolah memberi keringanan jadwal ketika bulan Ramadhan. Kini, kita menjalani aktivitas perkuliahan sehari-hari di BDK Malang seperti biasa, apalagi kita juga harus membayar ‘hutang’ matakuliah

Mungkin semua itu baru ya untuk kita. Semoga dapat memberi pelajaran.

Tetap semangat, Rek!

selamat puasa
Selamat puasa, gaes! -Aqfrg-

Akun

Kembali lagi~

Sudah lama aku tidak menulis di sini. Ke mana saja? Tentu saja, tugas di semester kedua ini lebih padat.

Kali ini, aku mau menuliskan pengalaman tentang pelajaran yang sangaaat spesial di kampusku ini. Pelajaran ini memiliki 3 SKS, berhubungan dengan uang dan angka, serta dapat menjadi dasar untuk yang lain. Apa itu?

AKUNTANSI!

Oke, langsung saja.

Perkenalanku dengan Akuntansi bermula saat SMP. Ketika itu, di Spega — julukan dari SMP Negeri 3 Surabaya itu memiliki pelajaran Mulok (Muatan Lokal) yang wajib untuk seluruh siswa kelas 7 yaitu Tata Buku.

Kesan pertamaku dengan pelajaran ini :

“Wah, Tata Buku? Bagaimana ya pelajarannya nanti? Apakah kita nanti akan menata buku di perpustakaan?”

Astaghfirullah. Ternyata aku salah!

Ternyata pelajaran ini adalah nama lain dari Akuntansi. Aku berusaha untuk beradaptasi pada pelajaran ini. Banyak sekali akun yang ada, pikirku saat itu. Sempat aku berpikiran seperti ini :

“Duh, ngapain sih kok ada Akuntansi? Terima uang ya terima aja! Masak Kas debet Modal kredit? Kreditnya dari mana coba?”

Lalu aku jadi malas-malasan belajar Akuntansi, terlebih aku tidak punya bukunya. Selain itu, guru Akuntansi saat itu juga sering mengomentari tulisanku yang tipis (sampai sekarang tulisanku masih tipis, artinya bekas di belakang tidak begitu kentara. Maaf ya Bu … muridmu ini memang bandel!)

Kemalasanku itu berdampak pada nilai Tata Buku yang kurang dari mata pelajaran yang lain.

Untungnya, ketika kelas 8, tepatnya pada semester kedua, kami diperbolehkan memilih Muatan Lokal. Aku pun memilih Elektronika. Mengapa? Karena menurutku itu lebih mengasyikkan, saat itu.

Aku pun setia pada Mulok Elektronika sampai lulus.

Ketika aku menjadi siswa Smala — julukan dari SMA Negeri 5 Surabaya, aku pun bertemu lagi dengan Lintas Minat Ekonomi. Ketika kelas 10 dan 11, ekonomi yang diajarkan masihlah Ilmu Ekonomi. Barulah ketika kelas 12 ada pelajaran Akuntansi.

Kemalasanku muncul lagi. Terlebih aku cukup kurang dalam mata pelajaran Ekonomi saat itu. Pokoknya pelajaran yang aku senangi saat itu hanyalah satu : Biologi.

“Kenapa sih harus ada Lintas Minat Ekonomi? Nggak bisa milih lagi!”

Untungnya, mata pelajaran Ekonomi ini hanya sampai Ujian Sekolah. Matilah aku bila sampai masuk UN, apalagi SBMPTN.

Titik Balik

Seusai UN, aku pun berjuang mencari kampus melalui jalur tulis. Tentu saja, jalur yang bisa kuperjuangkan adalah jalur tulis, mengingat aku tidak termasuk dalam 75% SNMPTN saat itu. Salah satu jalur tulis yang kucoba adalah USM PKN-STAN.

Alhamdulillah, Allah mengizinkan aku lolos USM PKN-STAN dan ada di Prodip I Pajak, tepatnya di BDK Malang.

Ketika awal masuk, sempat ada keraguan pada hati ini. “Waduh, ketemu Akuntansi lagi!”

Terlebih pada semester I aku mendapatkan dosen yang belum begitu cocok dengan cara belajarku, sehingga aku sering kebingungan mengikuti materi Akuntansi. Untungnya ada teman-teman dari Magic Girl*, The Foxes*, dan teman-teman lain di BDK Malang yang selalu sabar menuntunku dalam memahami Akuntansi.

Ketika H-1 UTS pun, aku belum memahami apa itu Jurnal Penyesuaian. Alhamdulillah Allah mengirimkan pemahaman itu melalui pengajaran oleh Magic Girl*.

Seusai UTS pun, aku tetap harus mengejar pemahaman itu, karena aku masih diajar oleh dosen yang sama. Alhamdulillah, teman-teman The Foxes* dan Magic Girl* serta teman-teman BDK Malang lainnya mau mengajarkan padaku.

Alhamdulillah, ketika semester kedua ini doaku terkabul. The Foxes* mendapatkan dosen akuntansi yang sesuai dengan cara belajarku. Siapa beliau? Bu Fatimah, Widyaiswara BDK Malang.

Materi Akuntansi di semester kedua ini makin sulit dibandingkan semester pertama. Aku harus berhadapan dengan benda-benda abstrak, seperti saham (share), obligasi (bond), hutang hipotik (mortgage), dan istilah-istilah “ajaib” lainnya.

akun
Wah, issues itu menggosipkan, ya? Oh tidak! Itu penerbitan saham! Dasar Nabilla Eda tukang gosip!

Semoga kami dapat memahami materi Akuntansi yang semakin kompleks ini. Tidak ketinggalan juga pelajaran kami yang lain. Aamiin …

 

*Magic Girl adalah teman kos dari TC 7, The Foxes adalah kelasku kini, yaitu Pajak F PKN-STAN BDK Malang.

Apa yang berubah?

Hai!

Mungkin aku sekarang jarang ngepost hal-hal personal seperti dulu. Baiklah, sekali-kali tidak mengapa.

Sudah 6 bulan aku menjadi anak kos, sejak menerima kenyataan bahwa aku berkuliah di BDK Malang, yang terletak 90 km dari Surabaya.

Baiklah, langsung saja.

Q&A

Tanya sendiri, jawab sendiri.

Q : Bagaimana kehidupan kuliah di PKN-STAN, khususnya BDK Malang?

A : Hampir sama dengan kampus-kampus lain. Hanya saja, kegiatan mungkin lebih sedikit dibandingkan kampus lain, karena masa pendidikan kami hanya 1 tahun saja, sehingga tentu saja kami ‘puasa’ dulu, dengan fokus belajar untuk mempersiapkan masa depan kami selanjutnya.

Namun, kegiatan di PKN STAN tidak kalah seru dengan kampus lain, ada STAN FAIR (karnaval dengan tema berbeda per kelas, bazar juga), PEKMA (Pekan Mahasiswa, setelah UAS), dan lain-lain.

Q : Tadi kan secara umum, menurut kamu sendiri?

A : Asyik-asyik saja sih menurutku. Kalau masalah kegiatannya yang nggak banyak, ya itu kan karena memang masa pendidikan yang singkat, 1 tahun saja. Setelah itu banyak kegiatan yang lebih yang ada pada kita nantinya. Kalau UKM, ada beberapa, seperti musik, jurnalis, dan sebagainya. Aku ikut UKM musik dan jurnalis, walau lebih aktif di jurnalis, hehe.

Q : Bagaimana pelajarannya?

A : Sulit, tapi tidak ada yang tidak mungkin. Jujur, aku harus beradaptasi dalam waktu yang cukup lama. Di sini aku bertemu dengan ‘musuh abadi’ sejak SMP, yaitu Pengantar Akuntansi. Namun, lambat laun aku mulai dapat mencernanya, dengan bantuan Allah melalui perantara guru dan teman-teman yang baik. Begitu juga dengan mata pelajaran yang lain.

Q : Bagaimana dosennya?

A : Mereka datang dari berbagai instansi. Ada Widyaiswara (dosen para pegawai juga), Karyawan di DJP (biasanya dari KPP sekitar Malang), dan dosen dari perguruan tinggi di sekitar Malang (biasanya dari UB). Kadang kita harus menyesuaikan dengan jam mereka yang padat, namun Alhamdulillah, selama ini kami bisa menyesuaikan.

Q : Bagaimana teman-temannya? Apakah selalu ke mana-mana bawa buku? Ke mana-mana selalu belajar?

A : Wah, tidak semua seperti itu ya. Aku malah webtoon-an kalau lagi nggak belajar. Memang, kebanyakan mahasiswa PKN-STAN itu rajin, namun itu kan juga untuk kebaikan kita ya, apalagi materi yang ada padat dan banyak, dan masa pendidikan kita singkat.

Q : Kamu tinggal di mana selama perkuliahan?

A : Aku ngekos, di daerah Teluk Cendrawasih, Arjosari, Kota Malang.

Q : Bagaimana rasanya ngekos?

A : Tentu saja sangat berbeda dari kehidupanku sebelumnya, setelah 18 tahun selalu tinggal bersama keluarga (9 tahun di rumah nenek, sisanya di rumah orang tua). Tentu saja pertamanya tidak mudah ya … harus apa-apa sendiri, masak sendiri, dan sebagainya. Belum aku harus menyesuaikan dengan aturan kos (kebetulan kosku adalah kos yang dimiliki oleh orang yang berdisiplin tinggi, sedangkan aku cuwawakan).

Di kos ini juga aku punya ‘keluarga’ baru, siapa mereka? Magic Girl!

magic-girl-1
Magic Girl, saat masih 9 orang. (Atas / kiri-kanan) : Putri, Exact, Fifi, Marina (Bawah / kiri-kanan) : Chyntia, Aku, Rizky, Neni, Aura. Foto ini diambil saat Magic Girl merayakan ulang tahunku dan ulang tahun Rizky.
magic-girl-2
Magic Girl ketika hendak pulang ke rumah masing-masing. (Kiri-kanan) Exact, Fifi, Veda, Aku, Aura. Kami sudah menjadi 10 orang 😺😺😺

Q : Bagaimana teman-teman di BDK?

A : Alhamdulillah, aku mendapat teman-teman yang baik dan beragam di BDK, khususnya di kelas Pajak F, kelas di mana aku ditempa dengan ilmu-ilmu dan pelajaran-pelajaran hidup lainnya.

pajak-f-stanfair
Teman-teman Pajak F saat STAN FAIR November 2016

Q : Lebih santai mana kehidupanmu saat SMA dengan yang sekarang?

A : Tentu saja lebih santai saat SMA. Di SMA aku masih ikut orang tua, dan aku juga masih mengikuti cukup banyak kegiatan. Di SMA, belajar H-1 ulangan itu hal biasa. Tapi di sini, aku sudah tidak bisa lagi belajar dengan cara yang seperti itu.

Terimakasih teman-teman yang telah menyadarkanku betapa indahnya bila kita mencicil pelajaran yang ada, khususnya dari Pajak F dan Magic Girl.

Q : Adakah orang yang kaujadikan panutan?

A : Ada, banyak.

Q : Adakah yang berubah dari dirimu dibandingkan saat SMA?

A : Tentu ada. Aku menjadi lebih mengerti bagaimana kalau kita jauh dari orang tua, bagaimana menaati aturan yang ada di kos maupun kampus, bersama-sama dengan orang yang sama sekali berbeda dari kita, beradaptasi dengan pelajaran yang sama sekali baru di dunia kita, dan masih banyak lagi.

Sekian Q&A singkat dariku. Bila ada hal yang mau ditanyakan, bisa kontak di kolom komentar di bawah ini.

Hehe.

 

Comeback

Hai!

Alhamdulillah, masih bisa kembali lagi, setelah sekian lama menghilang …

Ke mana saja? Banyak. UTS dan UAS di sekolahku yang baru memerlukan banyak perhatian.

Sebetulnya aku nggak benar-benar menghilang sih. Cuma lebih aktif di blog sebelah saja. Di mana sebelah itu? Tumblr.